Archive

Archive for the ‘ChiLdHooD MeMoRieS’ Category

Childhood Memory: Jangan Bergerak ≠ Gak Boleh Napas

March 4, 2009 earth550906 2 comments

It’s just a part of this story..hehehehe… Waktu mikirin judul buat postingan ini, saya rasa itu yg peling tepat meskipun mungkin cuma menggambarkan bagian kecil dari keseluruhan cerita.

Kisah ini terjadi saat saya maih duduk di bangku TK nol besar (hehehe..saya sudah setahun lebih besar dari pada kejadian di pstingan sebelumnya..peserta termuda lomba kaligrafi). Karena pekerjaan ayah yg mengharuskan kami berpindah2 dari satu kota ke kota lain, akhirnya kisah ini mengambil setting di Palembang.

Saat itu kami baru pindah ke rumah kami yg baru di sebuah perumahan di Palembang. Barang2 masih di dalam kardus, lemari2 masih kosong. Hari itu sepulang sekolah (yah..klo TK udah bisa dibilang sekolah..), saya belajar menulis di samping kakak saya yg sedang menyeterika di depan lemari buku. Karena tidak suka dan tidak mau diejek kakak saya hanya gara2 tulisan saya yg jelek, jadi saya memutuskan untuk menyembunyikan buku-belajar-menulis saya. Setelah berpikir cukup keras akhirnya saya menemukan tempat terbaik untuk menyembunyikannya, di atas lemari buku. Karena lemari buku itu cukup tinggi dan kakak saya masih belum cukup tinggi untuk mencapai raknya yg paling atas :D . Lokasi sudah ditemukan, saya mulai memanjat lemari buku yg masih kosong itu. Rak pertama, lemari masih stabil. Pijakan saya naik ke rak kedua, (sepertinya) lemari masih stabil dan saya sudah bisa mencapai raknya yg paling atas, tapi.. kenapa harus diletakkan di rak yg paling atas kalau saya bisa menyembunyikan buku itu di ATAS lemari itu. Akhirnya saya putuskan untuk menaruhnya disana, di atas lemari buku, PLUK..[bunyi buku ditaruh]. Ahh legaa..akhirnya kakak saya tidak mungkin lagi menemukan buku itu (akan lebih susah setidaknya). Dan setelah itu saya baru merasa klo lemari itu mulai gak stabil dan miring. Akhirnya lemari itu jatuh, didahului dengan saya yg terbentur dengan cukup keras di atas lantai keramik ruang tamu. Untungnya (begitulah orang Indonesia..dalam keadaan apa pun pasti selalu bisa mengambil untung dari setiap kejadian buruk sekalipun..:D ), saat itu kakak saya sedang menyeterika tepat di depan lemari itu, yah..kira2 satu garis lurus dengan posisi saya jatuh, jadi dy lah yg menahan lemari buku tersebut dari jatuh menimpa saya. Oleh kakak, lemari di”banting” ke samping (yah..mungkin itu ungkapan yg paling tepat untuk menyingkirkan lemari dengan punggungnya sampai terbanting miring). Mendengar suara ribut di ruang tamu (suara lemari terbanting dan..kalau versi ibu saya, suara ‘duk’ saat kepala saya menghantam lantai), akhirnya ibu saya terbangun dan sepertinya mulai panik karena sesaat setelah saya jatuh saya muntah (yg klo kata org2 adalah salah satu tanda gegar otak). Karena saat itu ayah belum pulang dari kantor dan lokasi rumah cukup jauh dari kota, plus seingat saya tidak ada angkot, ibu saya menjadi lebih panik :D (bagian cerita yg ini saya kurang ingat sebenarnya, mungkin akibat benturan di kepala saya.. :P ).

Cerita punya cerita, setelah dibawa ke dokter umum akhirnya saya dirujuk ke sebuah Rumah Sakit swasta untuk pemeriksaan lebih lanjut, meliputi rontgen (sebenarnya saya kurang yakin itu rontgen atau bukan, yg saya tau banyak sekali kabel2 yg ditempel di badan saya) untuk melihat apakah saya menderita gegar otak atau tidak. Seingat saya itu lah pertama kali saya masuk Rumah Sakit untuk sebuah pemeriksaan yg lebih dari sekadar “ketemu dokter”. Rumah Sakit tersebut adalah sebuah Rumah Sakit kristen yg sangat bersih (bukan bermaksud rasis..tapi hal yg paling saya ingat dari Rumah Sakit tersebut adalah banyak salib dimana2, bahkan di kamar periksa pun saya melihat lebih dari satu salib di sana). Setelah menempelkan begitu banyak kabel di kepala dan dada saya, suster tersebut bilang, “jangan gerak2 ya..” sambil tersenyum dan meninggalkan ruangan. Saya yg begitu lugu, mengartikan perkataan suster tersebut dengan sangat gamblang. Ketika kita bernapas menggunakan “pernapasan dada” maka rongga dada kita akan bergerak naik-turun bukan? Dan saya mengartikan itu sebagai sebuah gerakan.

Jangan gerak2 berarti tidak boleh ada gerakan sama sekali, dan itu termasuk gerakan dada naik-turun saat kita bernapas (hanya sebuah pemikiran anak TK yg masih lugu :D ).

Jadi saya memutuskan untuk menahan napas selama pemeriksaan berlangsung. Tapi itu sangat lama..dan  kemampuan manusia untuk menahan napas rata2 hanya mencapai 1 menit. Yah..akhirnya saya curi2 juga untuk bernapas..(karena saya masih berpikir bernapas jg dilarang..hahaha). Ketika pemeriksaan selesai, saya agak tersengal2 karena menahan napas cukup lama selama pemeriksaan :D . Sedikit merasa bersalah karena saya terpaksa mencuri2 napas sehingga dada saya bergerak naik-turun dan saya harap itu tidak mengganggu hasil pemeriksaan.

Ahahahaha…what a thought, dasar anak kecil…cuma itu yg bisa saya bilang kalau mengingat2 kejadian itu sekarang.. :D .

Childhood Memory: Peserta termuda lomba kaligrafi..

February 23, 2009 earth550906 9 comments

Ketika sedang bercengkrama dengan seorang teman tentang Yogyakarta, saya teringat kisah ini…

Pernah mengalami sebuah kejadian yg sangat memalukan waktu kecil?? saya pernah..

Kejadiannya waktu saya masih duduk di TK nol kecil, saat itu kami sekeluarga tinggal di Yogyakarta karena pekerjaan ayah di sebuah BUMN yg mengharuskannya tugas di kota tersebut. Layaknya seorang anak kecil yg tumbuh sehat, licah, selalu ingin tahu, selalu ingin mencoba sesuatu yg baru (sampe kadang2 jadi berubah g tau malu..) hobi saya adalah menggambar dan mewarnai. Orang tua saya yg mengetahui kesenangan saya ini kemudian sering sekali mengikut sertakan saya pada lomba apa pun yg berhubungan dengan krayon, spidol, dan pensil warna. Suatu hari ayah menawari saya untuk ikut lomba kaligrafi di musholla dekat rumah. Saya yg gak tau apa-apa soal kaligrafi lalu bertanya..

“Yah, kaligrafi itu apa?”

“kaya nulis arab tapi diwarnain dek..”

“jadi kaya lomba mewarnai donk…”

“iya…adek mw ikut…”

“mau…”

Sayangnya, yg tidak saya ketahui (dan kemungkinan besar ayah saya jg gak tau) adalah kategori peserta untuk lomba itu. Lalu bagaimanakah kisahnya??

Akhirnya pada hari lomba yg sudah ditentukan, saya bersiap sedia dengan 12 batang spidol warna warni di tangan.. tak sabar menunggu beduk asar tiba..(kaya yg lagi puasa aja…hehehe…). sambil menunggu asar, saya bermain2 di halaman rumah dengan teman2. Tapi herannya, kenapa teman2 saya gak ada yg seantusias saya yg mau ikut lomba?? Bahkan ketika saya tanya tak seorang pun dari mereka bilang ada lomba mewarnai di musholla..perasaan saya mulai gak enak..Akhirnya saya berpikir untuk batal ikut lomba, tapi bagaimana caranya gak ikut lomba tanpa harus bilang sama ayah yg udah begitu semangatnya mendaftarkan??? Akhirnya terlintas pikiran untuk pura2 keasikan main sampai lupa klo seharusnya saya pergi lomba sore itu. Rencana dijalankan, saya terus asik bermain sama teman2 di sekitaran rumah, spidol yg tadi sudah dipersiapkan saya sembunyikan di bawah meteran air di depan rumah (sampai sekarang meteran air ini lah yg paling saya inget dari rumah itu). Azan asar berkumandang, saya pikir ayah sudah lupa tentang lomba kaligrafi itu. Tapi ternyata tidak sodara2…!!! Beliau ingat…!!! Akhirnya saya dengan hati yg sedikit gundah pergi ke musholla untuk mengikuti lomba.

Sampai di tempat kejadian…voila..!!! Ternyata pesertanya mahasiswa semua..yah, paling gak orang2 gede lah..tak satu pun saya lihat ada peserta anak2 disana. Saat itu saya sudah mau lari pulang saking malunya..tapi ternyata ada seorang panitia yg melihat kehadiran seorang bocah TK yg berdiri di depan pintu musholla sambil celingukan dan di tangannya ada satu set spidol warna-warni.

“adek mau ikut lomba juga ya??”

“ummm..[muka takut, malu, pasrah, heran, mau nangis...] iya kak..”

“ayo masuk sini..jangan celingukan di depan pintu..lombanya udah dimulai loo”

Masuklah saya ke musholla dengan perasaan campur aduk…disertai tatapan heran peserta2 yg lain.. Ketika masuk saya memperhatikan buah karya peserta2 lain yg subhanallah-bagus2-banget..Akhirnya saya dikasih kertas A3 yg masih polos sama panitia.

“adek gambarnya disini ya..”

“iya..[pucet..]“

“namanya siapa??”

“dila..”

“dila mau nulis apa?”

“ini…[sambil membuka lembaran iqro3 yg terakhir saya baca di kelas ngaji]“

“dila udah iqro berapa ngajinya???”

“iqro3…” (ngeliat gak sih gw buka iqro berapa??: dongkol saking groginya)

“ooo…yaudah ayo ditulis…mau pake warna apa??”

“umm…pink aja boleh gak??”

“dila suka pink ya??”

“heeh..[sambil ngangguk lugu]” (catatan: entah kenapa selepas TK saya lebih suka warna lain..)

Dan akhirnya sepanjang lomba saya terus didampingi oleh seorang kakak panitia sambil diajak ngobrol..(dy tau kali ya..klo saya udah mau nangis saking malunya…). Begitu lomba selesai dan semua kertas gambar dikumpul saya langsung lari sekencang2nya pulang ke rumah. Sampai di rumah masuk kamar dan menenggelamkan muka ke dalam bantal lalu nangis sejadi2nya…(saking malunya…jadi peserta paling kecil).

Ketika azan maghrib tiba kakak saya ngajak ke musholla ubtuk buka puasa bersama. Tradisi di kampung tempat saya tinggal, setiap hari di bulan Ramadhan para penduduk sekitar musholla berganti2an menyiapkan ta’jil untuk berbuka puasa bersama di musholla. Tapi sore itu agak beda, karena sehabis buka puasa bersama akan diumumkan pemenang lomba kaligrafi yg tadi saya ikuti.

“dek, ayo..nanti gak kebagian kue..hari ini ta’jilnya enak2 looo..” rayu kakak saya supaya saya mau ikut ke musholla.

“GAK MAUUUUU…ADE GAK MAU KE MUSHOLLA POKOKNYA..!!!”

“klo gak ke musholla ntar gak dapet kue enak..”

“POKOKNYA GAK MAU…!!!”

Akhirnya kakak saya pergi ke musholla tanpa saya. Sepulang dari musholla, dy kembali manas2in (klo kata org Medan ngangek2in).

“adek sih g ikut ke musholla..kuenya enak2 loo..namamu jg dipanggil tadi..kamu menang lomba, tuh pialanya sama ayah..”

Masa sih??perasaan tadi yg saya tulis cuma bacaan iqro..itu pun naik-turun gunung..

“mana pialanya??”

“tuh..” kata kakak saya sambil menyerahkan selembar piagam putih bertuliskan nama saya di atasnya.

Ternyata piala yg dimaksud kakak saya adalah piagam tersebut. Dan sebenarnya saya tidak menang lomba apapun. Di atas piagam tersebut tertulis:

PIAGAM PENGHARGAAN kepada BILQIS FADHILAH sebagai juara peserta kehormatan pada LOMBA KALIGRAFI.

Tapi saya yg waktu itu masih belum mengerti apa artinya tulisan di atas piagam itu merasa senang2 aja..hehehe..maklum anak kecil.. :P .