Ternyata tubuh kita gak kalah sama SLR…
“Capture an object and freeze a moment” itu alasan seorang teman ketika saya tanya mengapa dia menyukai fotografi. Dan alasan yg sama juga membuat saya mulai menyukai bidang yg satu itu. Tapi setelah dilihat2, alat2 fotografi itu mahal banget ternyata. Sebuah digital pocket camera aja harganya sekitar RM 800, kalau di rupiahkan berarti sekitar 2.5 juta lah.. mana sanggup saya yg belum berpenghasilan ini membeli barang dengan harga segitu?? Lagipula, klo dilihat lagi alasan utama saya menyukai fotografi kan “freezing a moment”, tapi tidak jarang saya sering melewatkan moment yg unik karena diperlukan waktu untuk mengeluarkan kamera dan mengambil posisi tepat untuk membidik moment tersebut. Sebab itulah suatu saat saya pernah berpikir, ada gak sih kamera yg bisa bekerja seperti mata?? yg bentuknya seperti kacamata jadi pengoperasiannya hanya tinggal dengan kedipan mata saja kita sudah bisa capture the moment?? Dari pertanyaan2 itu, saya menyadari sesuatu. Ternyata alat itu sudah ada dari zaman dulu, bahkan sebelum teknologi yg dipakai kamera SLR ditemukan. Penasaran?? Jawabannya, alat itu adalah tubuh kita sendiri. Karena saya sedang membahas soal alat fotografi, jadi bandingannya tentu saja kamera.
Coba perhatikan tubuh kita. Sebagai lensanya kita punya mata yg setiap detiknya selalu mengamati dan beradaptasi dengan lingkungan memungkinkan kita melihat dan membidik objek dengan tepat. Bahkan tidak perlu membeli beraneka macam lensa karena mata (mungkin bagian pupil tepatnya, maaf klo salah saya sudah lama tidak belajar biologi
) bisa membesar dan mengecil sesuai dengan jarak objek yg diamati, sama dengan lensa kamera bukan?? Lalu dimana semua “gambar” tadi akan disimpan?? Tentu saja di memory storage, tapi kita tidak akan menggunakan memory card berkapasitas 4, 8 atau bahkan 32 Gb disini karena kita punya memory storage jutaan Gigabyte di dalam tempurung kepala kita. Apalagi klo bukan benda berwarna kelabu yg tersusun dari jutaan neuron yg sering kita sebut dengan otak. Otak bahkan berfungsi ganda sebagai processor sekaligus storage gambar2 yg kita bidik tadi. Hebat kan?? Belum selesai sampai di situ saja, karena sesungguhnya “kamera” kita ini bahkan sudah dilengkapi dengan “mesin pencetak”nya sendiri. Ya, tangan kita adalah printer-nya. Memang hasil cetak setiap orang tidak akan sama, tergantung dari keunggulan processor nya masing2. Tapi tidak beda dengan mesin cetak foto yg biasa kita lihat kan? Klo kita mencetak foto dengan laser printer tentu hasilnya akan beda dengan foto yg dicetak menggunakan mesin cetak lama yg tintanya pakai pita.
Ternyata tubuh kita hebat ya??
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S. 3: 190-191)
[hanya sebuah catatan yg lahir dari sebuah pemikiran...]








lu ngeblog qis???
baru tau gw….
yah..telat taunya..
udah lama kali..tapi mood2an ngeblognya..ahahaha