Jika saya Tuhan..

Kesel ga sih ngeliat tingkah para pejabat negeri ini?? Bilangnya mau studi banding ke luar negeri, mau belajar dari negeri lain supaya bisa diterapkan di negeri sendiri. Tapi ternyata..di luar negeri mereka malah shopping dan jalan2 (ya kira2 aja deh..masa’ studi banding 3 hari..). Mending klo biayanya sedikit..ini sampe mengeluarkan dana bertrilliun2. Sedangkan dana untuk pendidikan anak bangsa cuma seperempatnya doank.

Ada lagi, pengusaha sekaligus politikus, katanya sih orang terkaya senegeri. Bisa bikin pesta ulang tahun bermilyar2, jalan2 sekeluarga nonton pesta olahraga terakbar. Tapi tanggungjawabnya sama korban perusahaannya ga tuntas2 sampe sekarang.

Belom lagi, pejabat2 yg tersangkut kasus korupsi di instansi negara. Anak buahnya sih udah ngaku, tapi cuma gara2 dy pejabat akhirnya kasusnya mandek dan kayanya tinggal tunggu dilupain aja tuh

Kasus lain lagi, udah berbulan2 diselidiki, berkali2 sidang sampe kayanya berita di tivi itu2 aja..tapi sampe sekarang ga selesai2 juga. Giliran ada yg cukup berani bersuara malah ditahan..

Kesel ga sih ngeliat semua itu terjadi di negeri sendiri??

Klo saya jadi Tuhan..udah saya pites satu2  orang2 itu, udah saya coret dari daftar penghuni bumi. Udahlah korupsi, banyak maunya, kerja belom tentu beres, klo rapat berantem, tidur waktu sidang pleno. Mendingan orang2 kaya gitu diakhiri aja lah masa baktinya di dunia ini, supaya orang2 yg jujur dan bener2 memikirkan negara yg naik dan memegang tampuk kepemimpinan.

Untungnya saya bukan Tuhan..

[hanya sebuah catatan yg lahir dari sebuah pemikiran...]

Ternyata tubuh kita gak kalah sama SLR…

“Capture an object and freeze a moment” itu alasan seorang teman ketika saya tanya mengapa dia menyukai fotografi. Dan alasan yg sama juga membuat saya mulai menyukai bidang yg satu itu. Tapi setelah dilihat2, alat2 fotografi itu mahal banget ternyata. Sebuah digital pocket camera aja harganya sekitar RM 800, kalau di rupiahkan berarti sekitar 2.5 juta lah.. mana sanggup saya yg belum berpenghasilan ini membeli barang dengan harga segitu?? Lagipula, klo dilihat lagi alasan utama saya menyukai fotografi kan “freezing a moment”, tapi tidak jarang saya sering melewatkan moment yg unik karena diperlukan waktu untuk mengeluarkan kamera dan mengambil posisi tepat untuk membidik moment tersebut. Sebab itulah suatu saat saya pernah berpikir, ada gak sih kamera yg bisa bekerja seperti mata?? yg bentuknya seperti kacamata jadi pengoperasiannya hanya tinggal dengan kedipan mata saja kita sudah bisa capture the moment?? Dari pertanyaan2 itu, saya menyadari sesuatu. Ternyata alat itu sudah ada dari zaman dulu, bahkan sebelum teknologi yg dipakai kamera SLR ditemukan. Penasaran?? Jawabannya, alat itu adalah tubuh kita sendiri. Karena saya sedang membahas soal alat fotografi, jadi bandingannya tentu saja kamera.

Coba perhatikan tubuh kita. Sebagai lensanya kita punya mata yg setiap detiknya selalu mengamati dan beradaptasi dengan lingkungan memungkinkan kita melihat dan membidik objek dengan tepat. Bahkan tidak perlu membeli beraneka macam lensa karena mata (mungkin bagian pupil tepatnya, maaf klo salah saya sudah lama tidak belajar biologi :D ) bisa membesar dan mengecil sesuai dengan jarak objek yg diamati, sama dengan lensa kamera bukan?? Lalu dimana semua “gambar” tadi akan disimpan?? Tentu saja di memory storage, tapi kita tidak akan menggunakan memory card berkapasitas 4, 8 atau bahkan 32 Gb disini karena kita punya memory storage jutaan Gigabyte di dalam tempurung kepala kita. Apalagi klo bukan benda berwarna kelabu yg tersusun dari jutaan neuron yg sering kita sebut dengan otak. Otak bahkan berfungsi ganda sebagai processor sekaligus storage gambar2 yg kita bidik tadi. Hebat kan?? Belum selesai sampai di situ saja, karena sesungguhnya “kamera” kita ini bahkan sudah dilengkapi dengan “mesin pencetak”nya sendiri. Ya, tangan kita adalah printer-nya. Memang hasil cetak setiap orang tidak akan sama, tergantung dari keunggulan processor nya masing2. Tapi tidak beda dengan mesin cetak foto yg biasa kita lihat kan? Klo kita mencetak foto dengan laser printer tentu hasilnya akan beda dengan foto yg dicetak menggunakan mesin cetak lama yg tintanya pakai pita. :D

Ternyata tubuh kita hebat ya??

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S. 3: 190-191)

[hanya sebuah catatan yg lahir dari sebuah pemikiran...]

(Mungkinkah) Hitler berpandangan jauh ke depan??

Awal Mei 2010 dunia dihebohkan dengan aksi kekerasan tentara Israel yg menyerang para relawan kemanusiaan di perairan internasional yg berbatasan dengan Gaza. Tindakan ini dianggap sebagai kejahatan perang yg dilakukan tentara Israel karena menyerang pasukan kemanusiaan yg membawa bantuan bagi masarakat Palestina di jalur Gaza. Kejadian tersebut kemudian memicu aksi protes dari hampir semua Negara di dunia yg mengutuk tindakan Israel tersebut. Selama seminggu setelah penyerangan semua media memberitakan hal tersebut (dan juga menayangkan kisah seorang Rachel Corrie yg menjadi korban keganasan tentara Israel saat membela sekeluarga Palestina yg rumahnya akan dihancurkan).

Dalam sejarahnya, bangsa Yahudi, atau dulunya dikenal dengan sebutan kaum Bani Israil, pertama kali menginjakkan kaki di tanah Palestina ketika melarikan diri dari kejahatan Firaun di Mesir, dan membangun kerajaan. Namun kerajaan bani Israil ini kemudian mengalami perpecahan dan berhasil dikuasai kembali oleh Firaun Nekho. Pada zaman kerajaan Babilonia bangsa Israel diusir dari negerinya sebagai orang buangan dan pada masa Romawi berkuasa, kota Jerusalem berhasil dikuasai oleh tentara Roma dan bangsa Yahudi terusir keluar dari Jerusalem. Menurut saya, orang2 Yahudi yg terusir inilah yg kemudian menjadi pendatang di negara2 Eropa dan kemudian ditangkap, dibunuh dan terusir pada masa kekuasaan Nazi. Mereka yg selamat dari kejahatan Nazi ini kemudian bertekad untuk mendirikan Negara sendiri. Lewat dukungan Inggris, akhirnya bangsa Israel memperoleh cita2nya mendapatkan tanah untuk mendirikan Negara dan mereka memilih Palestina karena merasa ada ikatan sejarah dengan tanah tersebut (ref: eramediaislami.com).

Kalau dilihat2 dari kutipan di atas saya jadi berpikir, seandainya saat itu Nazi berhasil memusnahkan bangsa Yahudi sampai habis (walaupun cara yg digunakan juga sangat kejam sih..), mungkin saat ini tidak kita tidak perlu menyaksikan berita2 kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina (dan relawan2 lain yg berusaha membantu perjuangan Palestina) di media2.

[hanya sebuah catatan yg lahir dari sebuah pemikiran...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.